Haidar Bagir Ingin Gandeng Muhammadiyah dan NU Lawan Kelompok “Intoleran”


haidar bagir

TOKOH Syiah sekaligus Pimpinan Penerbitan Buku Mizan, Haidar Bagir menyampaikan pihaknya siap bekerjasama dengan Muhammadiyah di bidang media penerbitan.

Haidar menjelaskan kerjasama ini merupakan usaha melawan pemikiran kelompok-kelompok Islam yang dianggapnya intoleran.

“Seperti kami sudah sampaikan ke pihak NU, kami juga siap bekerjasama dengan Muhammadiyah untuk menerbitkan karya para sarjana dan pemikir Muhammadiyah tentang apapun yang dirasa penting, kami siap menerbitkan setiap dua bulan satu buku,” ungkapnya dalam peluncuran buku Fikih Kebhinekaan di Gedung PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat.

“Melihat militansi dari kelompok-kelompok anti toleransi, anti kebhinekaan ini menurut saya kita tidak boleh puas menyerahkan gagasan seperti ini pada kaki-kaki yang otomatis akan tumbuh menyebarkan ini,” imbuhnya tanpa merinci siapa yang dimaksud.

Kalau perlu, katanya lagi, kita bikin ‘kaki-kaki bionik’ supaya gagasan kebhinekaan ini menyebar lebih cepat dari gagasan-gagasan anti toleransi.

Dirinya menganggap perlu adanya upaya khusus untuk menerjemahkan gagasan seperti ini agar bisa masuk kedalam masjid-masjid, khutbah-khutbah, dan ke sekolah-sekolah. Sehingga bisa menyaingi militansi kelompok-kelompok anti kebhinekaan dan anti toleransi.

Dalam waktu dekat ini pihaknya juga akan menerbitkan buku pemikiran sejenis berjudul Islam Nusantara.

“Upaya ini mudah-mudahan dapat membendung langkah-langkah mereka yang ingin menjadikan Islam eksklusif, Islam yang mudah mengkafirkan, tidak hanya pada non muslim juga kelompok-kelompok dalam Islam sendiri,” katanya.

Di lain hal kerjasama ini juga dalam rangka memperluas area pemasaran dan distribusi buku.

“Buku sekarang, buku komersil yang paling laku itu buku yang penulisnya memiliki komunitas atau basis pendukung yang luas, apalagi untuk buku-buku yang serius seperti ini,” ujarnya.

Setidaknya dari implimenti saja setiap bulan satu buku selang seling NU – Muhammadiyah akan diterbitkan dan didistribusikan ke seluruh Indonesia. Ini bukan jasa baik Mizan, tapi sebenarnya ngamen supaya dapat buku-buku karya sarjana-sarjana Muhammadiyah dan NU.

“Mudah-mudahanan Pak Haidar Nasir setuju,” harapnya

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s