Sejak zaman Nabi Ibrahim AS, Allah telah menggariskan kota Yerussalem (Palestina) sebagai tempat suci dan diberkati olehnya. Ini terbukti dalam beberapa ayat dari kitab-kitab terdahulu (Taurat, Zabur, dan Injil) dan kitab Al-quran yang harus kita imani. Dalam Al-Quran surat Al-Anbiyaa ayat 71 Allah berfirman “Dan kami selamatkan Ibrahim dan Luth ke sebuah negeri yang kami telah memberkatinya untuk sekalian manusia.” Demikianlah bukti bahwa tanah Yerussalem adalah tanah mulia, disamping dalil diatas, sejarah telah mencatat Yerussalem sebagai tempat suci tiga agama samawi: Yahudi, Nasrani, dan Islam. Mengapa ? Karena tiga agama itu mempunyai akar sejarah dan ajaran tauhid yang sama, Yahudi/Bani Israel telah menempati tanah itu ribuan tahun yang lalu dan disanalah (dalam perspektif mereka) tanah yang dijanjikan Tuhan kepada mereka selama mereka dalam diaspora/pengasingan sejak Romawi menguasai tanah Palestina pada masa Kekaisaran Romawi 30 SM. Umat Nasrani mensucikan tempat ini karena ditempat inilah Yesus Kristus/ Mesiah dilahirkan, yaitu tahun1 M di kota Bethlehem. Sedangkan Islam mensucikan tempat ini karena disanalah Baitul Maqdis/Masjid Al-Aqsa beridiri, ditempat inilah kiblat pertama umat muslim (sebelum turun wahyu bahwa arah kiblat adalah menghadap Ka’bah) .

Namun seiring bertambahnya usia zaman, ketiga agama samawi yang notabennya memiliki akar tauhid yang sama itu (menyembah Allah SWT) mulai berpisah disuatu persimpangan perbedaan akidah dan Tauhid. Pada kesempatan ini penulis akan berbagi pengetahuan tentang asal muasal penamaan Israel dan Yahudi seperti yang sering kita dengar ditelinga kita sekarang ini.

Sesuai dengan firman diatas (Al-quran surat Al-Anbiyaa), Nabi Ibrahim AS hijrah menyebrangi sungai Eufrat dan meninggalkan Babylonia karena kedzaliman dan kekufuran Rajanya yang bernama Namrud. Peristiwa penyebrangan inilah yang oleh banyak cendikiawan muslim dianggap sebagai titik tolak perjalanan sejarah umat Yahudi. Ibrahim AS lalu menginjakan kaki dan menetap disebuah negeri yang dalam firman Allah, Allah memberkati negeri itu. Negeri itu bernama Kana’an (sebutan untuk tanah Palestina ketika itu) dan Nabi Ibrahim bermukim di daerah Al-kahalil (Hebron sekarang), beliau mempunyai dua istri, masing-masing Hajar dan Sarah. Dari pernikahannya dengan Hajar Nabi Ibrahim diberkati anak yaitu Nabi Ismail AS yang kemudian dibuatkan tempat tinggal disekitar lembah Mekah tepatnya disekitar Ka’bah. Sedangkan dari pernikahannya dengan Sarah, Nabi Ibrahim diberkati anak yaitu Nabi Ishaq AS yang tetap bermukim di Kana’an.

Nabi Ishaq AS memiliki anak yang bernama Nabi Yakub AS. Lalu seiring berjalannya waktu, Nabi Yakub menikah dan memiliki 12 orang anak. Diantara anaknya, yaitu Nabi Yusuf. Nabi Yusuf kemudian mendapat tugas kenegaraan di Mesir dan nabi Ishaq pun mengikuti Yusuf dan tinggal di Mesir, begitupun dengan kaumnya-Bani Israel yang juga pergi ke Mesir. Silsilah keturunan Yakub inilah yang melatari asal muasal Bani Israel dan Yahudi. Bani Israel bersal dari kata Israel, yaitu sebutan nabi Yakub AS; Isra berarti Hamba atau teman dekat sedangkan el selalu bermakna Tuhan. Jadi Israel adalah sebutan untuk nabi Yakub AS yang berarti hamba Tuhan atau teman dekat Tuhan. Sedangkan asal nama Yahudi dinisbatkan dari Nama anak keempat Nabi Yakub AS yaitu Yehuda atau Yehuza yaitu imam daripada 11 anak Yakub lainnya dan para ilmuwan menyepakati pendapat ini.

Kemudian keadaan di Mesir berubah pada abad 12 SM ketika Firaun (Pharaouk) memimpin negeri Mesir secara Tiran. Keadaan Bani Israel disana menjadi tertindas dan diperbudak oleh Tirani Mesir. Allah Azza wazala mengutus Musa AS sebagai Rasul dan sebagai risalah Tuhan menyampaikan ajaran Tauhid dan menyingkirkan kekufuran ditanah Mesir, beliau menyelamatkan Bani Israel yang tertindas dan teraniaya. Nabi Musa dan Bani Israel melalui pertolongan Allah meninggalkan mesir menyebrangi Laut Merah, ditempat itulah Firaun mati tenggelam saat mencoba melintasi laut merah yang terbelah oleh pukulan tongkat Nabi Musa. Bahkan, Subhanallah maha benar Allah dengan segala firmannya, Dalam Al-Quran surat Yunus ayat 92 Allah Berfirman “Maka pada hari kami selamatkan badanmu (Firaun) supaya kamu menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang setelahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan kami.”

Lalu Nabi Musa diperintahkan oleh Allah sebagaimana termaktub dalam Al-Quran surat Al-Maidah ayat 21 “Hai kaumku, masuklah ke tanah suci (Palestina) yang telah ditentukan Allah bagimu dan janganlah kamu lari kebelakang karena takut kepada musuh, maka kamu menjadi orang-orang yang merugi.” Ditempat itulah sejarah kembali terulang dimana Bani Israel/Yahudi menempati tanah suci Palestina setelah beberapa ratus tahun meninggalkannya menuju Mesir. Pada masa inilah Taurat turun dan menjadi kitab suci untuk Musa dan kaumnya. Pada masa ini pula pembangkangan, kelalaian, ketamakan, kesyirikan, dan kefasikan Yahudi mulai dicitrakan olehnya. Begitu uniknya umat yang satu ini (Yahudi) sampai-sampai surat terpanjang dalam Al-Quran yaitu surat Al-Baqarah yang artinya Sapi betina diambilkan dari kisah kaum Bani Israel yang sering mengelak dan membangkang dari perintah Tuhan, yaitu terus menerus mengelak dari perintah Allah melalui Musa AS untuk menyembelih Sapi Betina, Bani Israel mempersulit diri dengan terus bertanya tentang hakikat sapi yang harus disembelih, sehingga Allah pun semakin mempersulit syarat sapi yang harus disembelih. Kisah ini termaktub dalam Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 67-74, disamping banyak ayat-ayat lainnya yang meriwayatkan kisah Bani Israel/Yahudi yang akhirnya mengundang kemurkaan Allah karena sifatnya yang tidak taat.

Pada 1013-973 SM Nabi Daud AS menjadi Raja bani Israel dan mendirikan kerajaan Israel. Setelah kewafatannya kerajaan Israel diperintah oleh putranya Nabi Sulaiman AS (Solomon) menjadi kerajaan Israel yang megah dari 973 sampai 933 SM. Bahkan Yerussalem ketika itu mencapai masa keemasan dari segi arsitektur dll. Nabi Sulaiman juga mendirikan istana dan tempat ibadah yang megah, daerah kerajaan Israel juga diperluas sampai sungai Nil di selatan dan sungai eufrat di utara (yang sekarang menjadi dasar cita-cita Zionis untuk mendirikan Israel Raya yang membentang dari Sungai Nil di Mesir sampai Sungai Eufrat di Irak) . Namun karena kemerosotan akhlaq dan kefasikan Bani Israel, kerajaan yang dirintis sebelumnya terpecah dan hancur. Setelahnya, Allah mengutus banyak nabi dari kalangan Yahudi untuk menyelamatkan mereka dari kekufuran dan kemurtadan, akan tetapi Yahudi tetap Yahudi seperti saat ini kita semua mengenalnya, hati mereka keras dan syirik, mereka mengacuhkan seruan tauhid dari nabi-nabi yang diutus oleh Allah, bahkan Naudzubillah summa naudzubillah, Bani Israel/Yahudi membunuh beberapa nabi utusan Allah seperti nabi Syu’ya, nabi Zakaria, Nabi Yahya dan masih banyak lainnya, Wallahua’lam.

Kisah Bani Isrel kembali diputar seperti dahulu ketika dibawah kekuasaan Firaun di Mesir ketika mereka dipertemukan dengan bangsa Romawi yang sedang gencar melakukan ekspansi dan aneksasi. Mereka diusir dan ditindas oleh bangsa Romawi pada masa kekaisaran Octavianus Augustus sekitar 30 SM, mereka mengalami diaspora (pengusiran) yang sangat menyedihkan dari tanah suci mereka selama ribuan tahun, mereka terpencar dan mengalami penindasan kembali ditanah mereka yang baru (eropa). terlebih ketika tumbuh dan merebaknya sikap anti-semitisme di eropa yang diorganisir oleh NAZI Jerman.

Dan hari ini kita menyaksikan siklus nasib dan takdir mereka kembali seperti keadaan dimana Musa mengembalikan mereka ketanah suci itu tahun 1250 SM silam. Mereka secara biadab menganeksasi (mencaplok) Palestina dari filisti-filistin yang telah menempatinya ribuan tahun setelah kepergian Yahudi dari Palestina. Terlebih setelah secara de facto Yahudi memiliki klaim sah terhadap Negara Israel sejak 14 Mei 1948 (Hari kemerdekaan Israel).

Berikut penulis kutip beberapa pendapat tokoh-tokoh dunia berkaitan dengan asal-muasal, identitas, sampai kepada permasalahan pendudukan tanah Palestina sekarang ini:

– Adolf Hitler (dalam bukunya Mein Kampf): “Yahudi berkuasa atas orang lain didunia, kemenangannya akan menjadi rangkaian bunga pemakaman untuk kemanusiaan.” (Simak baik-baik, subhanallah betapa benar perkataan Hitler ini).”

– DR. Safar Al-Hawali (mantan dekan fak. akidah univ. Ummul Qura Mekkah): “Yahudi tetap Yahudi, sejarah telah membuktikan bahwa mereka adalah sama. Kufur, tamak, dzalim, dan pembangkak terhadap perintah Allah.”

– Gideon Levy (wartawan oposisi israel): “Melihat penderitaan rakyat Gaza, saya malu menjadi orang Israel.”

– Yigal Arens (putra mantan Menhan Isreal, Moshe Arens): ” Israel terus berlaku semena-mena, dan rakyat Palestina terus dirampok hak hak asasi mereka.”

– Albert Einsten: ” Sepanjang yang saya ketahui, agama Yahudi menentang gagasan sebuah negara Yahudi dengan perbatasan, tentara, dan kekuasaan.”

– Erich Fromm (Psikolog terkenal Inggris): ” Klaim Yahudi terhadap tanah Israel tidak dapat menjadi klaim politik yang realistis. Jika semua bangsa tiba-tiba mengklaim wilayah tempat nenek moyang mereka hidup dua ribu tahun yang lalu, dunia akan kacau.”

– Benjamin Franklin (tokoh kemerdekaan AS dan ilmuwan terkemuka): ” Dulu, orang-orang Yahudi masuk ke negri ini sebagai imigran dekil. Kemudian mereka menguasai potensi-ppotensi alam kita. Sekarang mereka begitu sombong kepada kita dengan memonopoli kekayaan alam kita. Mereka adalah iblis-iblis jahanam penghisap darah rakyat Amerika.”

Sumber:
Al-Quranul Karim

Buku;

  1. Haris Priyatna: Kebiadaban Zionisme Israel
  2. J.W Lotz: Master Plan Yahudi Poros Asia dan Timur Tengah
  3. DR. Safar Al-Hawali: Menanti Ajal Israel
  4. Adolf Hitler: Mein Kampf, Volume 1 dan 2
  5. Nico Thamiend: Sejarah untuk kelas 1 SMA

Internet;

  1. http://indonesia.faithfreedom.org/forum/sejarah-yahudi-t21440/
  2. http://citraputra.wordpress.com/2009/07/11/asal-nama-yahudibani-israel-dan-asal-usulnya/
  3. http://bimbinganislam.blogspot.com/2009/02/al-quran-bicara-tentang-utuhnya-jasad.html
  4. http://indonesia.faithfreedom.org/forum/siapa-saja-nabi-nabi-yang-dibunuh-orang-yahudi-itu-t18838/

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s