Partai Islam Mana Di Dunia Yang Menang Melalui Demokrasi Lalu Tegak Daulah Islamiyyah?


“Ada yang berpendapat bahwa memperjuangkan syariat Islam itu bisa dimenangkan oleh partai partai Islam di dalam parlemen. Saya tanya pada saudara, Partai Islam manakah di dunia ini yang telah berhasil menang melalui sistem demokrasi sehingga tegak daulah Islamiyyah?”

Pria yang akrab disapa Ustadz Abu ini mencontohkan kiprah partai FIS (Front Islamic du Salut)yang memenangkan pemilu di Al Jazair. Meski berhasil memenangkan pemilu pertama, namun pemerintah Al Jazair membatalkan kemenangan itu dengan berbagai alasan.

“Lalu pemilu diulang lagi, pada pemilu kedua menang lagi. Setelah itu……. ditumpas sampai habis,” bebernya.

Demikian juga dengan Partai Masyumi di Indonesia. Abu Bakar Ba’asyir mengakui tujuan perjuangan Masyumi yaitu tegaknya Daulah Islamiyyah. Para pemimpinnya pun dikenal para tokoh Islam yang baik dan jujur.

“Tetapi apa yang terjadi setelah memenangkan pemilu?” tanyanya. “Partainya (Masyumi)ditumpas oleh Soekarno,” lanjutnya.

Kejadian serupa dan baru baru ini kembali terjadi di MESIR, ketika ikhwanul musliminmemenangkan pemilu, apa yang terjadi selanjutnya….? Penangkapan dan PEMBANTAIAN BESAR – BESARAN anggota ikhwanul muslimin.

Mereka para pentolan demokrasi yang memang pandai mencuci otak para aktivis islam sehingga mau mengikuti sistem mereka lewat parlemen, ataukah aktivis parlemen itu yang tak sanggup mengambil ibroh dari setiap pelajaran ?????

Syariat Islam, tidak akan pernah bisa diamalkan secara murni dan kaffah tanpa adanya kekuasaan atau Daulah Islamiyyah. Dan, kekuasaan atau Daulah Islamiyyah itu tidak akan bisa berhasil dimenangkan tanpa menyertakan jihad di dalamnya.

“Saudara, ketahuilah bahwa Jihad itu adalahkunci kemenangan, kunci kemuliaan, kunci kehormatan bagi Islam dan kaum muslimin,” ujarnya

Oleh karena itu, di dalam memperjuangkan tegaknya Syariat Islam dan Daulah Islamiyyah kuncinya hanya ada pada jihad. “Tanpa jihad, umat Islam tidak akan berhasil memperjuangkan tegaknya Daulah Islamiyyah,” tutupnya.

DAULAH Islamiyyah hanya bisa tegak dengan jihad atau revolusi, dan tugas besar itu ada di pundak pemuda.

Melihat kondisi yang kian menua, Abu Bakar Ba’asyir menyadari tongkat estafet dakwah tidak boleh berhenti. Pemuda menjadi tumpuan untuk meneruskan risalah perjuangan Islam. “Saya ini sudah tua, tidak banyak yang bisa saya perbuat selain berda’wah, terutama harapan saya kepada para Mujahid mujahid muda ini,” tandas Abu Bakar Ba’asyir menunjuk ikhwan-ikhwan masjun yang sedang duduk dengan para tamu.

Abu Bakar Ba’asyir menghimbau para mujahidin untuk tetap persatu dan tidak terpecah-belah. Hindari perbedaan ,sepanjang perbedaan itu tidak menyangkut masalah pokok di dalam Islam atau Ushuluddin.

“Kalau sudah menyangkut masalah pokok. Kita harus tegas tidak boleh berkompromi,” katanya yang senantiasa menyerukan agar umat Islam kembali kepada Sistem Islam.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s