Haram Hukumnya Memilih Partai Yang Tidak Betul Betul Menegakkan Syariah Islam


Para tokoh pergerakan Islam Indonesia dan tokoh partai Islam bertemu membahas masa depan partai-partai Islam dan nasibnya yang kian terpuruk di Gedung dewan Dakwah (DDII), Jalan Kramat Raya no. 45, Rabu, (27/11/2013)

Memilih gedung DDII sebagai tempat pertemuan bukan tanpa alasan. Pasalnya, DDII memiliki sejarah yang berkaitan dengan perjuangan Partai Masyumi, partai Islam yang hampir menorehkan sejarah emas di negeri ini (1).

Warisan Partai Islam yang paling monumental dan bersejarah,Partai Masyumi, NU, Syarikat Islam, dan Perti yang harus terus hidup di hati dan pikiran bagi seluruh kaum Muslimin, serta harus terus diperjuangkan sampai tegaknya, yaitu “Negara Islam”, seperti yang dicita-citakan para pemimpin Partai Islam.

Dalam acara pertemuan silaturrahmi di DDII Rabu kemarin, dihadiri berbagai tokoh pergerakan Islam, antara lain, DR.AM.Saefuddin (Ketua Dewan Pembina DDII), Syuhada Bachri (Ketua DDII), Dr.Fiuad Amsyari , MS.Ka’ban (Partai PBB), Wahid Alwi (Wakil Ketua DDII), Abdullah Hehamahuha (mantan Penasehat KPK), Drs. Ydho Paripurno (Perti), dan sejumlah tokoh Islam lainnya, mereka membahas tentang masa depan partai-partai Islam.

Dalam diskusi yang dipandu oleh Dr.AM.Saefuddin, melihat pentingnya membuat sikap terhadap pemilu 2014 nanti. Namun, dalam acara silaturra, silaturahmi dan diskusi yang panjang itu, hingga menjelang shalagt Ashar, disimpulkan bahwa,

“Haram memilih partai politik, yang asasnya bukan islam, dan tidak menegakkan Syariah Islam”.

Para tokoh yang hadir di dalam acara mengharamkan partai yang tidak memperjuangkan tegaknya syariah Islam, dan hanya mewajibkan memilih partai yang benar-benar berkomitmen secara sungguh-sungguh dan istiqomah dalam membela dan meperjuangkan prinsip-prinsip Islam.

Karena, menurut AM.Saefuddin, partai-partai sekuler, tidak pernah membawa manfaat bagi kehidupan bangsa dan negara. Sementara itu , Ketua DDII, Syuhada Bahri, mengkritik partai-partai Islam, yang tidak komit terhadap peenegakan Syariah Islam, dan bahkan terlibat tindak korupsi.n Tidak mungkin umat akan memberikan dukungan dengan jelas, kalau partai-partai Islam tidak mengubah dirinya, dan citranya yang sangat buruk.

Menurut Syuhada yang lebih penting, lagi partai-partai Islam harus memperjuangkan kelompok musytad’afin (golongan lemah) alias rakyat miskin. Jangan kalau sudah menjadi pejabat memperkaya diri mereka sendiri, tetapi lupa kepada rakyat yang harus mereka perjuangkan nasib mereka. Syuhada juga menekankan pentingnya persatuan (ittifaq) bukan persatean (permusuhan) sesama partai Islam. Mungkinkah terwujud? *mashadi.
___________________________________________________________________________________

(1) Mohammad Natsir dan sejumlah pemimpin Masyumi setelah bebas dari penjara Keagungan di zaman Orde Baru, mendirikan DDII, sebagai gerakan dakwah dan wadah perjuangan, menggantikan Masyumi yang sudah dibubarkan oleh Soekarno, tahun l960.

Natsir yang pernah berguru dengan Haji Agus Salim, saat menjadi anggota Jong Islamiten Bond (Pemuda Islam), dan kemudian berguru dengan Ustad Hasan, pemimpin Persis, dan merupakan tokoh yang memiliki komitmen yang kuat terhadap cita-cita, dan intelektualitas yang sangat tinggi. Natsir menjadi pemimpin Masyumi berikutnya menggantikan Dr.Sukiman Wirjosandjojo.

Di bawah Natsir, Partai Masyiumi berrsama dengan partai-partai Islam lainnya, seperti NU, Syarikat Islam, dan Perti, berjuang di Konstituante, menjadikan Islam sebagai dasar negara, sekalipun gagal. Karena, sebelum mencapi keputusan, Soekarno membubarkan Konstituante, dan kembali ke UUD ’45. Soekarno berusaha memblok agar partai-partai Islam tidak dapat mewujudkan tujuannya.

Soekarno tidak menginginkan Islam menjadi sistem bernegara di Indonesia. Sebelumnya, umat Islam dikhianati para pemimpin sekuler, seperti Hatta, di mana para tokoh Islam di minta oleh Hatta, mencabut tujuh kata dalam Undang-undang dasar, yaitu “Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariah Islam bagi pemeluk-pemeluknya”, dicoret, pada tanggal l8, Agustus l945. Sehari sesudah kemerdekaan.(voa-islam)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s