Teroris Solo Termotivasi Buku Karya Ustadz Pembenci Salafi


JAKARTA (gemaislam) –Terduga teroris Solo, Bayu Setiono (22), membeberkan rencana aksi teror di Solo. Hal ini ia katakan dalam sebuah rekaman video berdurasi sekitar 12 menit. Ia bersama terduga lainnya, Farhan (19), Muchsin (19), dan Firman membidik teror pada aparat kepolisian.Sebelum melakukan aksinya, jauh-jauh hari terduga teroris ini sering melakukan pertemuan di Solo.

“Di situ berempat, saya, Muchsin, Firman, dan ada enggak tahu namanya siapa. Kemudian kami merencanakan suatu halaqoh. ” tutur Bayu dalam video yang di upload di youtube oleh divisi humas Mabes Polri.

Dalam halaqoh itu pimpinan memberikan materi tentang fai (harta yang diperoleh dari musuh dalam peperangan tanpa melalui peperangan, karena ditinggal lari oleh pemiliknya). Dan kelompok teroris ini meyakini harta yang berada ditangan orang yang dianggapnya kafir boleh untuk diambil, sehingga pernah berencana merampok toko emas Mahkota di pasar Klewer, tapi gagal.

Pembahasan tentang fai itu diambil dari buku karya Aman Abdurrahman, narapidana  yang saat ini sedang meringkuk di penjara karena terlibat kasus terorisme.

“Disitu pula, pimpinan kami, tidak tahu namanya siapa, mengupas dari salah satu kitab karangan ustadz,  yaitu ustadz Aman Abdurrahman, isi itu pula tentang fai, pendanaan buat kita,” ujar Bayu dalam video berjudul “Testimoni Bayu Setiono terduga teroris.”

Aman Abdurrahman adalah seorang “ustadz” yang dahulunya terkenal alim dan zuhud. Dia telah hafal A-Qur’an dan hafal ribuan hadits. Dia pernah menjadi da’i  yayasan Al-Shofwah Jakarta dan menjadi imam masjid disana dan pernah pula menjadi pengajar di pesantren tahfidz Al-Qur’an Al-Hikmah Bobos, Majalengka.

Setelah terpengaruh syubhat pemikiran takfir Khawarij, Aman Abdurrahman memilih bergabung dengan orang-orang yang sepimikiran dengannya dalam keyakinan.

Saat ini, meskipun di dalam tahanan, laki-laki yang biasa disebut Mujahid oleh pengikutnya ini aktif menulis dan menerjemahkan buku. Buku-buku yang ia tulis dan terjemahkan seputar negara, kafir dan thogut dan karyanya banyak dijadikan rujukan oleh para teroris.

Karena kebenciannya begitu besar kepada orang-orang yang kontra terhadap pemikiran takfirnya, terutama kepada Salafiyyin, karena Salafiyyin paling getol menjelaskan kesesatan paham terorisme, dia banyak menulis bantahan-bantahan. Dan karyanya yang terbaru adalah sebuah buku berjudul “Salafi Pengkhianat Salafus Shalih” terjemahan dari kitab yang ditulis oleh Abu Muhammad Al-Maqdisi.

Bayu adalah salah satu orang yang terpengaruh oleh pemikiran teroris dengan sebab buku. Sangat disesalkan, buku-buku dan majalah yang mengusung dan mengajak kepada faham terorisme amat banyak dan mudah didapat. Mestinya pihak yang berwenang bisa mengawasi dan mempersempit ruang gerak mereka, syukur-syukur  bisa menghentikannya. (bms)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s