Peziarah di Makam Nabi Yusuf

• TEMPO Interaktif, Nablus – Tradisi ziarah kubur dan tahlilan tidak hanya berlaku di kalangan muslim. Sekitar 1.300 warga Yahudi dari Sabtu malam hingga Ahad subuh lalu berziarah dan menggelar tahlilan di Makam Nabi Yusuf di Kota Nablus, Tepi Barat.

Acara ziarah sekaligus doa bersama itu sebagai peringatan wafatnya Nabi Yusuf. Sudah menjadi tradisi, orang Yahudi selalu memperingati haul para nabi dan pemuka agama mereka. Peringatan itu berlangsung dua bulan setelah seorang keponakan menteri Israel dari Partai Likud terbunuh di Hebron.

Israel menerjunkan sekitar 1.000 tentara dan polisi untuk mengamankan acara itu. Namun seorang polisi veteran di lokasi makam meragukan aparat keamanan dapat mengendalikan situasi “Rasanya kami tidak yakin dapat menjamin keamanan karena dari sekarang orang ingin berdoa di makam itu,” katanya.

Militer Israel akan memperketat keamanan di sekitar kuburan Nabi Yusuf setelah mengizinkan orang-orang berziarah ke sana. “Ini soal kebebasan beribadah,” ujar seorang pejabat Komando Pusat IDF (Pasukan Pertahanan Israel).

Pengamanan pada acara tahlilan akhir pekan lalu itu saja mencapai radius tujuh kilometer.

HAARETZ/FAISAL ASSEGAF

Komentar (2)

0 0

Tahlilan produk ibadah orang yahudi yg adopsi oleh orang muslim, padahal Rasulullah SAW dan para sahabatnya tdk pernah melakukan Tahlilan. mereka yg tahlilan berarti tdk mengikuti nabi tp mengikuti tradisi yahudi.

AHA-Ghanim, 05/07/2011 08:22:49 wib

use IE via Tempointeraktif

0 0

salah besar kalo tahlilan di kubur dari ajaran islam. nabi dan para sahabat tidak mencontohkan, dan juga didapati nash dari alquran, assunnah, atsar para sahabat.

justru dari berita ini, kita tahu bahwa itu tadisi yahudi. dan kita, muslimin, dilarang nabi, untuk ikut tradisi yahudi atau nasrani.

dan sungguh benar kata nabi bahwa di akhir zaman ummat islam, akan mengikuti tradisi yahudi dan nasrani sedikit demi sedikit, sampai ke lubang biawak pun ikut, naudzubillah.

sungguh benar sabda nabi, kami makin dalam tuk mengikut jejak nabi danpara sahabat, yakni contoh aplikasi islam yang benar.

Mohammed Anas Sylcom, 05/07/2011 08:22:24 wib

use Mozilla via Facebook

hadits ‘Aisyah radhiallahu ‘anha, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ

“Barang siapa yang beramal bukan diatas petunjuk kami, maka amalan tersebut tertolak.” (Muttafaqun alaihi, dari lafazh Muslim).

Kalimah Tauhid Laa Ilaaha Ialloh atau biasa disebut kalimah Tahlil adalah suatu kalimah yang sarat makna. Pada era kejayaan Islam kalimah Tahlil ini dapat menggoyangkan dominasi negara-negara adidaya kala itu, Romawi dan P…ersia. Namun kini kalimah ini hanya bisa menggoyangkan badan dan kepala dengan pelapalan berpuluh-puluh, bahkan beratus-ratus kali hampa makna. Ironisnya kalimah tahlil ini tidak lebih hanya sebatas kemasan, dimana isinya justru berupa ajaran-ajaran yang bertolak belakang dengan makna kalimah ini, yakni ritual kenduri, “makan-makan” di kematian dengan dalih mengantar roh yang meninggal secara bertahap, hari ketiga, ketujuh, keempat puluh, keseratus dst. Bukankah ini ajaran nenek moyang yang jauh dari nilai-nilai uluhiyah?. Sehingga istilah Tahlil-pun diganti menjadi Tahlilan. Kita sepakat Tahlil adalah sesuatu yang dianjurkan, bahkan diwajibkan untuk senantiasa dilapalkan setiap saat, namun kita tidak setuju dengan budaya Tahlilan yang identik dengan ritual agama non islam.

Dan kita juga prihatin, budaya tahlilan ini juga kerap dilakukan oleh para penguasa negeri ini yang notabene sekuler ketika salah seorang keluarganya meninggal. Sehingga masyarakat awam merasa terpicu juga untuk ikut-ikutan merayakannya ketika ditinggal mati oleh keluarganya. Memang tugas para penyeru sunnah dan para penentang bid’ah makin berat. Tapi inilah resiko perjungan, yang penghargaannyapun tak tanggung-tanggung, TROFI PIALA AKHIRAT……!!

 

Iklan

One response »

  1. Agus Budiono berkata:

    yang menganggap tahlilan bid’ah adalah keliru saudaraku, ingatlah amal sekecil apapun Allah pasti menghargai, jangan berprasangka buruk dulu, koreksi diri sendiri baru mengoreksi orang lain, tapi insya Allah mengoreksi diri sendiri sampai mati tetap belum selesai, jadi jangan tambah dosa dengan mengoreksi orang lain.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s