My Ping in TotalPing.com
http://Link-exchange.comxa.com Free Automatic Backlink Free BackLinksMIM - Free BacklinksYour-LinkMD - Free Automatic Backlinks Free Automatic Link Free 1000 Backlinks Auto Dofollow Backlinks
Di dalam prakteknya, orang – orang Kristen sering menyatakan bahwa agamanya adalah agama damai dan kasih sayang, sedangkan agama kami (Islam) adalah agama yang sering menebar permusuhan, peperangan juga pertumpahan darah. benarkah itu ?

 

Tinjauan Historis

Agama Kristen masuk ke negeri ini sendiri pada abad ke 16 M, dan diperkenalkan oleh penjajah Belanda dengan pengaruh ajaran Calvinis (ajaran John Calvin) dan Lutheran (ajaran Martin Luther) yang anti terhadap kebijakan Gereja Katholik pada masa itu, bahkan sampai sekarang. Hingga terlahirlah Kristen Protestan. Sedangkan Katholik sendiri masuk ke Indonesia dibawa oleh penjajah Portugis, jauh sebelum Belanda masuk.

 

 

Jadi, agama Kristen dibawa ke negeri ini dengan jalan penjajahan, perampasan hak dan penindasan hanya karena ingin mengamalkan ayat :

“Oleh sebab itu, pergilah dan jadikanlah semua bangsa murid-murid-Ku. Baptislah mereka dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.” (Matius 28 : 19)

Ayat Bible di atas menjadi bukti, bahwa mereka tak segan – segan membabtis kita, memurtadkan kita dan mengkristenkan kita. Na’udzubiLLah.

Tinjauan Spiritualis

Di dalam Islam masih ada batasan – batasan dalam berperang dan membunuh, ya kami akui itu. dan semua agama pun mengajarkan peperangan. Apakah ada, suatu agama yang jika diperangi musuh mereka rela menyerahkan nyawa dan harga dirinya begitu saja ?

“Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya.” (al Hajj : 39)

Orang – orang Islam berperang karena DIPERANGI lebih dulu. Bukan memerangi lebih dulu.

“Dan perangilah di jalan Alloh orang-orang yang memerangi kamu, (tapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Alloh tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (al Baqarah : 190)

Di dalam Islam jelas, tidak boleh membunuh anak – anak, wanita, orang tua renta, binatang, merusak tumbuhan dan memutilasi tubuh korban.

Dan bandingkan dengan ayat ini :

“Jadi pergilah sekarang, kalahkanlah orang Amalek, tumpaslah segala yang ada padanya, dan janganlah ada belas kasihan padanya. BUNUHLAH SEMUANYA, laki-laki maupun PEREMPUAN, KANAK-KANAK MAUPUN ANAK-ANAK YANG MENYUSU, LEMBU maupun DOMBA, UNTA maupun KELEDAI ” (Samuel 15:3)

Lihat, betapa sadisnya, sampai –sampai lembu, unta, dan keledai pun wajib diperangi. Apa salahnya lembu dkk ?

Bahkan, ada ayat yang lebih serem lagi,

“Tetapi dari kota-kota bangsa-bangsa itu yang diberikan Tuhan, Allahmu, kepadamu menjadi milik pusakamu, JANGANLAH KAU BIARKAN HIDUP APAPUN YANG BERNAFAS. Maka sekarang bunuhlah semua laki-laki di antara anak-anak mereka, dan juga semua perempuan yang pernah bersetubuh dengan laki-laki haruslah kamu bunuh. ” (Ulangan 20 : 16 – 17)

 

 

Jika semua yang bernafas tidak boleh hidup alias dibunuh semuanya tanpa terkecuali, bagaimana dengan ayat lanjutannya ?

“Tetapi semua orang muda di antara perempuan yang belum pernah bersetubuh dengan laki-laki haruslah kamu biarkan hidup bagimu.” ((Ulangan 20 : 18)

Kenapa jadi kontradiksi antar ayat – ayatnya ? di ayat 16 disebutkan “JANGANLAH KAU BIARKAN HIDUP APAPUN YANG BERNAFAS.” Tapi di ayat 18 masih dalam alur yang sama menyuruh “Janganlah membunuh wanita – wanita yang masih perawan.”

Bagaimana kita tahu, seorang wanita itu masih perawan atau tidak jika tidak di’tes’ lebih dahulu. Hmm..

Tinjauan Realistis

Jika dilihat dari realitanya, Peperangan dimulai lebih dulu oleh bangsa Barat (Kristen) dengan membawa misi Perang Salib. Mereka porak – porandakan negeri Iraq dan Afghanistan, hanya karena alasan ‘senjata pemusnah massal’ yang tak pernah masuk akal. Mereka (kafir) siksa para tawanan Muslim dengan cara tragis dan mengenaskan di penjara Abu Ghraib, Guantanamo dan penjara – penjara yang mereka (kafir) kuasai di bumi Islam.

 

 

Siapa yang pertama kali menyerang Yerusalem dan memulai Perang Salib I ?

Siapa pula yang memulai Perang Salib II dan III ?

Siapa juga yang menyerang Iraq dengan alasan memberantas senata pemusnah missal ?

Siapa juga yang menyerang Afghanistan pasca tumbangnya Uni Soviet ?

Lalu siapa pula yang mendukung Israel untuk membantai masyarakat Palestina ?

Siapa mereka ? Apakah dari bangsa jin atau bangsa manusia ? Agama apa yang mereka anut ?

Mari, kita flashback ke Perang Salib I, Pada tahun 1099, Jerusalem berhasil ditaklukan oleh tentara Salib. Dan selama tiga hari setelah itu, pasukan Salib berpesta pora dengan pembantaian. Tak kurang dari 30 ribu penduduk kota ini dibantai dengan berbagai cara yang sadis, bengis, kejam, lagi biadab dan tak pernah dibayangkan manusia manapun. Laki-laki, perempuan, anak-anak, maupun orang tua renta, tak ada yang disisakan. Sekitar 10.000 Muslim yang berlindung di bawah atap Masjid Al Aqsha dibantai dengan sadis. Kepala mereka (saudara kita) dipancung hidup-hidup, bahkan ada yang di robek-robek tubuhnya, matanya, jantungnya, laksana hewan buas memangsa mangsanya. Tidak kalah seram, mereka (pasukan Salib) membakar orang-orang Yahudi hidup-hidup di sinagog-sinagog mereka. Para tawanan pun dilakukan dengan bengis dan sadis. Bahkan tidak manusiawi. Seorang bernama Raymond von aquiles menceritakan, “Aku menceritakan kebenaran ini melebihi kekuatan kepercayaanku. Di Bait Allah dan Serambi Sulaiman, para pria berjalan dengan darah naik sampai ke lutut mereka dan tali kekang kuda mereka.” Sungguh bisa dibayangkan, betapa tragis dan mirisnya keadaan pada waktu itu.

Jadi, agama apa yang senang dengan pertumpahan darah dan peperangan ?

Seorang penyusun buku tahunan 2008 di Vatikan, Monsignor Vittorio Formenti baru – baru ini mengatakan bahwa umat Islam merupakan 19,2 persen dari penduduk dunia dan umat Katolik 17,4 persen. Jika Islam disebar dengan kebengisan dan kekerasan, apakah mungkin dapat disambut baik oleh masyarakat dunia. Terlebih setelah peristiwa WTC, televisi Amerika NBS menyebutkan setiap tahunnya ada 20.000 orang Amerika yang berpindah agama ke agama Islam. Suatu hal yang spektakuler.
Jadi, apakah masih menganggap Islam sebagai agama kejam yang sering menebar terror ?

“Apabila telah datang pertolongan Alloh dan kemenangan, dan kamu lihat manusia masuk agama Alloh dengan berbondong-bondong, maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat.” (an Nashr : 1- 3) [abu hamzah]

Iklan

4 responses »

  1. ekspresidiri berkata:

    Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

    Menjelek-jelekkan agama Islam sebenarnya kegiatan yang sudah ada sejak dahulu, yaitu sejak Nabi Muhammad SAW diutus pertama kali di tanah Arab. Orang-orang Arab Jahiliyah di masa itu tidak pernah kehabisan akal untuk menghalangi manusia dari mendapat hidayah. Ada ada saja akal mereka untuk menjelekkan agama Islam, termasuk menjelekkan pribadi Rasulullah SAW.

    Kadang mereka bilang Muhammad SAW itu orang gila, kadang mereka bilang penyihir, kadang mereka bilang penyair dan tidak jarang pula mereka bilang bahwa ajaran Muhammad SAW itu didapat dari banyak membaca kitab suci agama samawi sebelumnya.

    Maka kalau ada situs yang sering menjelekkan agama Islam hari ini, wajar-wajar saja. Memang sudah sunnatullah ada baik dan ada buruk, ada mukmin dan ada iblis laknatullah ‘alihi, dan adaal-haq dan ada al-batil.

    Tentu saja situs seperti itu dimotori oleh orang-orang yang tidak punya iman, setidaknya oleh orang-orang yang keliru cara pandangnya terhadap agama Islam. Kita doakan saja bahwa siapa tahu suatu saat nanti Allah SWT akan memberikan hidayah kepada mereka.

    Kita jangan terlalu emosi dan pesimis dengan hal ini. Bukankah kasus orang yang membenci agama Islam pada awalnya, kemudian mendapat hidayah dan akhirnya berbalik jadi pembela Islam nomor wahid, sudah terlalu banyak yang bisa disebut?

    Misalnya saja kisah taubatnya Umar bin Al-Khattab radhiyallahu ‘anhu. Sebelum masuk Islam, beliau adalah orang nomor satu yang sangat anti Islam, bukan hanya lidahnya saja yang tajam, bahkan pedangnya pun tidak ragu-ragu diayunkan untuk membunuh Muhammad SAW.

    Tapi kalau Allah SWT sudah berkehendak untuk memberi hidayah, tidak ada yang bisa menghalangi. Tiba-tiba hidayah itu merasuk ke dalam dirinya, dan beliau pun berbalik masuk Islam.

    Konon hal itu karena Rasulullah SAW pernah berdoa agar Allah SWT menguatkan agama Islam ini dengan salah satu dari dua Umar. Ternyata yang diberi hidayah adalah Umar bin Al-Khattab. Jadilah beliau pembela Islam yang sejati.

    Karena itu mari kita berdoa bersama-sama agar siapa pun yang kerjanya selalu menjelek-jelekkan Islam, baik lewat lisan, tulisan atau perbuatan, agar Allah SWT berkenan menurunkan hidayah-Nya ke dalam hatinya yang paling dalam, dan mengembalikannya ke jalan yang lurus. Amiin ya rabbal ‘alamin.

    jangan lupa kunjung balik mas http://ekspresidiri.wordpress.com/2012/01/31/islam-agama-darah/

    Suka

  2. Zen Fitnes berkata:

    Ijin share ya akhi

    Suka

  3. King Kong berkata:

    Tidak semua yg kita tahu dan kita percaya benar dan baik

    Suka

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s