“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang.” (QS. Maryam: 96)smoga,kita trmasuk hamba ALLOH yg di Sayanginya, di Dunia & Akhirot….eeeee…Afwan Assalamua’alaikum warohmatullohi wabarokatuh… Ya ,saodaraku FiiLLah.INGAT Nikmat pagi ini,pemberian ALLOH, mariSlalu brsyukur stiap Waktu,mari sholat DHUHA..kalau prlu,ajak\ingatkn yg lain..(. ada4 Perkara orang yg diberiNya sungguh sebaik2nya dunia dan akhirat:
1. Hati yg Bersyukur,
2. Lisan yg Berdzikir,
3. Badan yg Sabar thdp cobaan,
4. Istri yg tdk khianat thdp diri & harta suami, di kitab
Al- Targhib wa Al Tarhib 2:398 dan Kanz AL-‘UMMAL 43416 ).Termasuk kita masih menikmati seteguk air dan sesuap nasi, (NIKMATI DAN SYUKURI.)
Itulah yang kelak dipinta penghuni neraka. “Dan penghuni neraka menyeru
penghuni surga, “Limpahkanlah kepada kami sedikit air atau makanan yang
telah direzkikan Allah kepadamu.” Mereka (penghuni surga) menjawab
“Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya (air dan makanan) atas orang-orang kafir.” (Q.S: Al-A’raf : 7),Sahabatku, marilah kita senantiasa melatih diri untuk menyingkirkan segala penyebab yang potensial bisa menimbulkan ketidaknyamanan di dalam hati ini. Karena dengan hati yang nyaman indah dan lapang niscaya akan membuat hidup ini terasa damai. karena berseliweran aneka masalah sama sekali tidak akan pernah membuat diri terjebak dalam kesulitan hidup karena selalu mampu menemukan jalan keluar terbaik dengan izin Allah. Insya Allah.

Sekali lagi,kita akhiri kisah ini dengan sabda Nabi SAW, “Innallâha lâ yanzhuru illâ shuwarikum walakinallâha yanzhuru illâ qulûbikum. Ketahuilah, sesungguhnya Tuhan tidak memperhatikan bentuk-bentuk luar kamu. Yang Tuhan perhatikan adalah hati kamu.”

;”السلام عليكم.Ya,akhi\ukhti,,mariprbanyak\istighfar

..slalu zdikir,Do’a kpd ALLoh&Sholawat tukNabiصلي الله علي محمد صلي
اللهعلية وسلم,.& trutama SOLAT &puasa SUNNAH,ini kamis nanti
sahur ya,,juga ajak\ingatkn saudara kita yg lainya..smga kita smua slamat&bahagia… Lihat Selengkapnya
diDunia &Akhirot.dngan ROHMATnya ALLOH TA’ALA…Ya,Akhi\Ukhti Fillah,walao di dpan computer,mari tetap brusaha Zuhud&manfaatkn waktu ntuk kbaikn…+-kata syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah :
الزهد
ترك ما لا ينفع في الآخرة الورع
ترك ما تخاف ضرره في الآخرة
… Lihat Selengkapnya
“Zuhud adalah
meninggalkan apa-apa yang tak berfaidah bagi akhirat, wara’ adalah meninggalkan
apa-apa yang membuatmu takut akan bahayanya terhadap akhirat.”

(ini RENUNGAN wahai kawan)” Bahwa,setiap langkah yg terlewati pasti akan ditagih Tanggung Jawabnya, Semua jalan yg dilalui akan diminta kesaksiannya atas diri & sluruh indera akan diminta brbicara ttg apa2 yg prnh trcipta. DAN HARI INI, msh saja “AKU” lalai, msh jg lengah shingga trus mnciptakan kesilapan. WALAU SEGUNUNG PERINGATAN DIDENGAR, mulut… Lihat Selengkapnya msh dusta,telingga tak mampu membendung irama2 lalai&msh saja ada perbuatan lalai. SEDANGKAN.. setiap hari, paling kurang 5 x lidah mengucap, tangan ditengadahkan, mata menitikan butir bening, sekaligus memohon perlindungan pada ALLAH, agar dijauhkan dari dosa & kesalahan. TETAPI..masih juga langkah menuju arah keliru. “SETIAP HARI MENANGIS,SETIAP HARI MEMOHON AMPUNAN, TETAPI STIAP HARI JUGA BERBUAT KESALAHAN. HARI INI MENCIPTAKAN DOSA, ESOK SIBUK BERSUJUD, MELULUHKAN AIR MATA, MENYUSUN KALIMAH DOA & AMPUNAN, MENGAYAM PERMOHONAN.. AGAR ALLAH TA’ALA MENGHAPUSKAN DOSA.” WAHAI DIRIKU… JANGAN BERTANGUH-TANGUH LAGI !!! KARENA, entah sedetik kemudian mgkin tak lagi sempat memohon keampunan-NYA. LUPAKAH DIRI BAHWA WAKTU BEGITU CEPAT BERLALU. LUPAKAH DIRI BAHWA MENYESAL DIAKHIRAT HANAYLAH SIA2 YANG NYATA; BAGAIMANA JIKA ESOK TAK PERNAH DATANG LAGI. PADAHAL BARU SAJA SEHARIAN INI DIRI BERENANG DILAUTAN DOSA, BELUM SEMPAT MENGHAPUS NODA HARI INI, KEMARIN, SEMINGGU atau SEBULAN LALU. BAGAIMANA JIKA ALLAH TIDAK BERKENAN MEMBUKAKAN MATA SETELAH SEPANJANG MALAM TERLELAP??,bgaimana Jika Ttba tiba Jantung & Nafas brhenti Tuk slamanya< BAGAIMANA JIKA PERTEMUAN DAN KERIANGAN BERSAMA KELUARGA SEMALAM\aktifitas Siang tadi ADALAH YG TERKAHIR KALINYA. KETIKA ESOK HARINYA BADAN INI SUDAH TEBUJUR KAKU, !!??..UNTUK ITU,Stiap WAKTU, MaRi,SLALU BERTAQWA Kpada ALLOH TA'ALA (Yg Tlah Berfirman) “”YA..ALLOH kami smua mngemis\memohon kpdamu berilah MA’UNAH,IstiQoMaH HIDAYAH untuk IBADAH,DA’WAH HIDUP BAHAGIA+SLAMAT BAROKAH,FIISABILILLAH berDASAR AL-QUR*AN & SUNNAH,&smga dpat Hadiah Mati SYAHID+HUSNUL HOTIMAH,Dpat NIKMAT di A’LAM BaRzah,+dpat SYAFA’AT di YAUMiLQIYYAMAH,smga Langsung DIMASUKkan ke JANNAH biGHOIRI HISAb..BIRROHMATIKA YA..ARHAMARROHIMIN…

Sebagian dari kita masih sering mensia-siakan waktu yang kita miliki selama hidup di dunia ini, dengan melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat. Mungkin sebagian dari kita ada yang berpikir, nanti saja, kalau sudah menjelang tua baru memperbaiki ibadah kepada Allah. Biasanya orang menunda amal kebaikan karena lebih mengutamakan dunia dan tidak mementingkan akhirat. Contohnya, karena kesibukan segala aktifitas urusan dunia, seseorang jadi sering menunda-nunda kewajiban amal ibadah atau amal kebaikan.

Padahal hal ini sangat salah, karena kita tidak pernah tahu, sampai kapan kita akan hidup di dunia ini. Kita tidak bisa memastikan bahwa kita akan dapat hidup sampai tua nanti. Bisa saja kematian mendatangi kita disaat kita masih muda belia. Lalu mengapa kita harus menunda-nunda amal ibadah dan kebaikan?

Ketahuilah setiap tarikan dan desahan nafas kita, saat kita menjalani waktu demi waktu, adalah merupakan langkah menuju kubur. Dan waktu yang kita jalani hidup di dunia ini, sebenarnya sangat singkat, karena itu sangat ruginya kita apabila kita menjalaninya dengan sesuatu yang tidak berharga. Kita sia-sia kan waktu dan kesempatan hidup di dunia ini, dengan melakukan hal-hal yang tidak membawa kemaslahatan dunia akhirat kita…. Lihat Selengkapnya

“Tiada suatu nafas yang terlepas dari kita, melainkan disitu pula ada takdir Allah yang berlaku atas diri kita.” Karena itu, hendaklah kita selalu menjaga, agar dalam setiap nafas kita, selalu kita upayakan dengan sekuat tenaga, agar kita tetap berada dalam keimanan dan ketaatan pada-Nya, serta jauh dari maksiat dan perbuatan dosa.

Banyak sekali orang yang membuang-buang waktunya hanya untuk hal-hal yang tidak berguna. Dan kebanyakan dari mereka tidak menyadari bahwa mereka telah mensia-siakan waktu yang tidak akan mungkin kembali lagi. Perhatikan firman Allah SWT berikut ini: “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
(QS. Al-Hasyr [59] : 18)

Dalam Al-Qur’an Surah Al-Ashr (103) ayat 1-3, Allah SWT berfirman yang artinya sebagai berikut::

1. Demi masa.
2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,
3. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih dan nasihat menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.

Ayat di atas menjelaskan bahwa manusia memang benar-benar berada dalam kerugian apabila tidak memanfaatkan waktu yang telah diberikan oleh Allah secara optimal untuk mengerjakan perbuatan-perbuatan baik.

Rasulullah SAW bersabda, ”Ada dua nikmat, di mana banyak manusia tertipu di dalamnya, yakni kesehatan dan kesempatan.” (HR Bukhori). Hadits ini menjelaskan pentingnya memanfaatkan kesempatan (waktu), karena tanpa disadari banyak orang terlena dengan waktunya.

Imam Al-Ghazali dalam bukunya Khuluqul Muslim menerangkan waktu adalah kehidupan. Karena itu, Islam menjadikan kepiawaian dalam memanfaatkan waktu termasuk di antara indikasi keimanan dan tanda-tanda ketakwaan. Orang yang mengetahui dan menyadari akan pentingnya waktu berarti memahami pula nilai hidup dan kebahagiaan.

Membiarkan waktu terbuang sia-sia dengan anggapan esok masih ada waktu merupakan salah satu tanda tidak memahami pentingnya waktu, padahal ia tidak pernah datang untuk kedua kalinya atau tidak pernah terulang. Dalam pepatah Arab disebutkan ”Tidak akan kembali hari-hari yang telah lampau.”

Karena itu jangan sia-siakan waktu, manfaatkanlah segera :

1. Waktu muda sebelum datangnya tua
2. Waktu sehat sebelum datang sakit
3. Waktu kaya sebelum datangnya miskin
4. Waktu luang sebelum datangnya sempit
5. Waktu hidup sebelum datangnya mati

Rasulullah SAW bersabda: “Sebaik-baiknya manusia adalah orang yang diberi panjang umur dan baik amalannya, dan sejelek-jeleknya manusia adalah orang yang diberi panjang umur dan jelek amalannya.” (HR. Ahmad)

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Barzah, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Tidak akan bergeser kedua kaki anak Adam pada hari kiamat sebelum ditanya tentang 4 perkara : Tentang umurnya untuk apa ia habiskan, masa mudanya untuk apa ia gunakan, hartanya dari mana diperoleh dan kemana dibelanjakan, dan ilmunya, apa yang diamalkannya.” (HR. Tirmidzi)

Dengan memperhatikan hadits diatas, dimana kelak kita akan ditanya tentang 4 perkara, tentang umur kita selama kita hidup didunia ini, kita habiskan masa muda kita untuk apa? Alangkah sangat menyesalnya kita, jika ternyata kita menghabiskan masa muda kita untuk hal-hal yang tidak berguna dan berdosa. Kita pun akan sangat menyesal apabila ternyata harta yang kita miliki, kita peroleh dengan cara yang tidak halal dan membelanjakannya untuk sesuatu yang tidak halal juga. Kita pun akan sangat menyesal kelak, apabila ilmu yang dianugerahkannya, justru malah kita gunakan untuk bermaksiat pada-Nya. Misalnya dengan menggunakan ilmu dan kepandaian kita miliki untuk menipu, memanipulasi dan berbuat kecurangan selama hidup kita.

Karena itu, sebelum terlambat, sebelum kematian mendatangi kita, marilah kita memanfaatkan waktu yang tersisa dari umur kita ini untuk hal-hal yang bermanfaat bagi dunia dan akhirat kita. Marilah kita perbanyak berbuat kebaikan, jangan menunda-nunda amal kebaikan, karena belum tentu besok kita masih punya waktu untuk melaksanakannya. Kita tidak pernah tahu kapan ajal datang menjemput kita. Dan alangkah sangat menyesalnya kita, apabila dalam hidup kita yang singkat ini, lebih banyak kita lewati dengan melakukan hal-hal yang akan kita sesali di akhirat kelak. Karena waktu yang sudah lewat, tidak akan pernah bisa kembali lagi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s