HIDUP DAN MATI INDAH

Oleh: Abdullah Saleh Hadrami

Segala puji hanya bagi Allah, Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Rasulullah, keluarga dan sahabatnya yang setia sampai hari kiamat, amma ba’du;
Berikut ini adalah beberapa resep untuk meraih kebahagiaan dan kesuksesan Dunia dan Akhirat, semoga bermanfaat dan mencerahkan, amien.

Berani Mencoba dan Memasuki Wilayah Baru
Kematian adalah kepastian, maka mati adalah dekat. Keyakinan seperti ini menjadikan kita merasa enteng menjalani hidup, berani mencoba dan memasuki wilayah baru dengan segala kesulitannya. Bukankah hidup adalah peran sesaat? Peran apa yang hendak Anda ambil? Cara pandang seperti ini memberikan motivasi pada kita untuk menjawab tawaran peran drama kehidupan. Selamat Berjuang!

Memanfaatkan Fasilitas Umur
Merenungkan makna kematian tidak berarti lalu kita pasif. Sebaliknya, justru lebih serius menjalani hidup, mengingat fasilitas umur yang teramat pendek.

Hidup Ibarat Menulis Buku Cerita
Setiap orang akan menjadi buku cerita setelah mati. Maka tuliskan dan tinggalkan sebuah cerita yang bagus agar memberikan hiburan dan inspirasi indah bagi para ahli waris dan pembacanya.

Dunia Manusia Berbeda Dengan Dunia Hewan
Pada akhirnya sudah pasti manusia yang kalah apabila mengingkari dan menentang aturan Allah –Subhanahu Wa Ta’ala. Dunia manusia berbeda dengan dunia hewan, ciri dunia manusia adalah yang penuh dengan aturan Allah –Subhanahu Wa Ta’ala. Bangkrutnya ideologi komunisme setidaknya mengindikasikan bahwa kekuatan antiagama pada akhirnya berada pada pihak yang kalah.

Menuju Penyempurnaan Diri
Semua makhluk hidup ini sesungguhnya bergerak menuju penyempurnaan diri. Bagaikan biji-bijian, ketika disebar di atas tanah yang subur masing-masing akan tumbuh menjadi dan menuju dirinya sendiri, tidak pernah biji mangga tumbuh menjadi pohon durian. Tidak pernah telur ayam ketika ditetaskan menjadi anak angsa. Inilah adalah Sunnatullah!

Beban-Beban Topeng dan Bagasi Duniawi.
Semakin orang mempertahankan dan mengejar kesenangan melalui identitas-identitas sekunder maka kekecewaan dan derita serta perasaan kalah sudah menghadang di depannya. Jika hati, pikiran, dan nafsu kita masih sangat kuat terikat dengan “Beban-Beban Topeng dan Bagasi Duniawi”, pasti sulit untuk lari dan terbang mendekati Allah –Subhanahu Wa Ta’ala.

Kegagalan Misi Keruhanian
Misi keruhanian adakalanya gagal ketika seseorang lebih tertarik pada perintah dan tawaran hawa nafsu yang menyajikan kesenangan dan kenikmatan sesaat yang bersifat badani dan emosi sehingga bisikan, ajakan, peringatan, dan daya ruhani untuk melakukan bakti yang lebih mulia dan meraih kebahagiaan yang lebih tinggi menjadi terbengkalai. Hatinya mengeras, telinganya menjadi tuli, dan penglihatannya buta terhadap jalan Kebenaran.
“Mereka tuli, bisu dan buta, maka tidaklah mereka akan kembali (ke jalan yang benar).” (QS. 2 Al-Baqarah: 18).
“Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.” (QS. 7 Al-A’raaf: 179).

Comfort Zone / Zona Nyaman
Comfort Zone (Zona Nyaman) adalah istilah yang populer di lingkungan sarjana psikologi. Takut untuk memasuki dunia yang lebih luas karena sudah merasa nyaman, sekalipun terpenjara. Fungsi dan misi kita sebagai Abdullah (Hamba Allah) akan mengalami kegagalan ketika instrumen akal, emosi, dan jiwa lebih tertarik pada kenikmatan dan kenyamanan duniawi yang bersifat sementara, sehingga melupakan kebahagiaan spiritual yang lebih sejati sebagaimana dijanjikan Allah –Subhanahu Wa Ta’ala.

Merenung Sejenak
Bukankah kita terlahir ke dunia ini tak ubahnya bagaikan batu kerikil ditelan lautan? Atau bagaikan terlempar ke ruang semesta yang luasnya tak terjangkau nalar? Jangankan diri kita, sedangkan planet bumi saja bagaikan sebuah kerikil kecil di tengah taburan planet yang tak terhitung jumlahnya.
Lalu apa yang kita miliki?
Apa yang kita banggakan?
Mengapa kita sombong tidak mau taat kepadaNya?

Pemahaman Keagamaan
Pengalaman masa lalu, buku-buku yang dibaca, dan guru-guru yang mengajari, kesemuanya itu akan berpengaruh dalam pemahaman keagamaan seseorang.
Anda sangat dianjurkan banyak membaca, namun jangan sampai ditinggalkan membaca Al-Qur’an sebagai penyeimbang agar Anda tetap memiliki pegangan yang kuat dan tidak terjerumus pada pemikiran-pemikiran yang keliru.

Benarkah Hidup Bermakna?
Penghayatan agama seseorang pasti berkaitan dengan pertanyaan: Benarkah Hidup Bermakna? Hidup akan bermakna apabila kita telah ber”Islam”. Yaitu pasrah, tunduk dan takluk serta rindu pada Allah. Kita pasti kembali kepadaNya, mau dibawa ke mana langkah kaki, jiwa, dan pikiran ini?

Orang Kaya dan Sukses yang Sebenarnya
Pemimpin yang dianggap sukses bukannya yang kaya raya karena canggih melakukan korupsi, melainkan justru mereka yang siap hidup sederhana karena ingin memberikan seluruh potensi dan keunggulannya untuk saudara-saudara sesamanya.
Ketika orang sibuk mengumpulkan harta, bahkan dengan cara tidak halal, lalu hartanya hanya dipeluk dan dibanggakan, tetapi tidak “ditaklukkan” untuk sarana amal saleh, maka perasaan bahwa dirinya kaya adalah perasaan semu.
Keberhasilan menaklukkan itulah yang disebut orang kaya, bukannya mereka yang ditindas oleh harta untuk selalu menjaga dan bahkan membawanya dalam mimpi, seakan semua itu akan membuatnya abadi.

Meraih Kebahagiaan
Kebahagiaan akan diraih ketika seseorang sanggup keluar dari kurungan “kemarin” dan “besok”, lalu masuk dalam kesadaran dan penghayatan secara optimal ke momentum “sekarang” (now) dan “di sini” (here). Hari Ini Adalah Milik Anda.

Jangan Takut Kehilangan
Orang yang dilanda perasaan takut kehilangan bisa berperilaku aneh-aneh yang semuanya menunjukkan kepribadian yang tidak matang dan jiwa yang tidak sehat.

Solusi Yang Salah
Kadangkala manusia bertingkah mirip burung onta. Cara yang praktis untuk menghindari bahaya adalah dengan jalan memasukkan kepalanya ke dalam pasir sehingga musuh yang ditakuti tidak kelihatan, sekalipun sangat bisa jadi dalam hatinya tetap merasa takut, sebuah perasaan yang ditekan agar tidak mengemuka.

Pentingnya Keyakinan Diri
Orang-orang yang memiliki keyakinan bahwa dirinya bernilai, tampak menjadi seperti magnet terhadap keberhasilan dan kebahagiaan.

Berpikir Positif Atau Husnudz Dzan
Pikiran kita seringkali bertindak sebagai magnet yang ampuh untuk mengundang segala sesuatu yang kita pikirkan untuk terwujud. Berpikirlah sukses maka Anda akan sukses dan berpikirlah gagal pasti Anda akan gagal. Berpikirlah sehat maka Anda akan sehat dan berpikirlah sakit pasti Anda akan sakit.

Memprogram Pikiran
Jangan sekali-kali memikirkan diri Anda sebagai orang yang gagal, atau mengizinkan orang lain memprogram pikiran Anda dengan ide negatif. Apa yang Anda pikirkan itulah yang akan Anda peroleh.

Pentingnya Visualisasi / Imajinasi Secara Berulang-Ulang
Agar diri Anda berhasil, maka Anda harus melihat diri Anda berhasil. Cobalah gambarkan atau khayalkan diri Anda yang dengan tenang dan penuh rasa percaya diri menghadapi suatu tantangan yang sukar. Bayangkanlah pikiran-pikiran positif; sebab hal itu akan menjadi kenyataan. Dengan berpikir positif, Anda menciptakan peristiwa yang positif pula.

Jadilah Diri Anda Sendiri dan Jangan Membandingkan Diri Anda Dengan Orang Lain
Barangkali tidak ada kebiasaan yang lebih menggerogoti rasa percaya diri daripada kebiasaan untuk melirik orang-orang lain di sekitar kita dan membandingkan diri kita dengan mereka. Dan bila kita melihat bahwa ternyata orang lain itu memang lebih menarik atau lebih pintar maka perasaan berharga akan diri sendiripun mulai luntur.

Hindari Perasaan Rendah Diri
Perasaan bersalah dan rendah diri akan menghalangi timbulnya aliran kekuatan dari pikiran bawah sadar kita.

Senyum Para Pemenang
Para pemenang selalu tersenyum dan rileks. Mereka telah belajar bahwa menanggapi sesuatu dengan sikap terlalu serius atau bersikap sinis, akan menyebabkan mereka menjadi orang-orang yang kalah, bukannya menjadi pemenang.

Berdoa Untuk Kebaikan Orang lain
Berdoalah untuk kebaikan orang lain terutama orang yang selalu memusuhi dan menyakiti Anda. Ini adalah cermin keikhlasan dan kunci kesuksesan.

Rasa Percaya Diri Akan Datang Sebagai Produk Sampingan
Seperti halnya kebahagiaan, rasa percaya diri itu sukar untuk ditangkap kalau kita menangkapnya hanya demi rasa percaya diri itu sendiri. Biasanya ia akan datang pada kita sebagai produk sampingan. Marilah kita biarkan diri kita sibuk dalam pelayanan, dalam karya, dalam persahabatan atau dalam cinta kasih, dan tiba-tiba kita akan sadar bahwa ternyata kita telah memperoleh rasa percaya diri dan kebahagiaan.

Membahagiakan Orang Lain
Tak ada seorangpun yang bisa menjadi bahagia kecuali apabila dia menjadikan orang lain bahagia terlebih dahulu dengan apa yang dilakukannya.

AYAT-AYAT SUKSES

Di dalam Al-Qur’an banyak sekali kita temukan ayat-ayat yang berbicara tentang kesuksesan dan orang-orang sukses dengan berbagai macam lafadh. Diantaranya berikut ini:

1. Qod Aflaha: (QS. Al-Mukminuun: 1-11, Al-A’la: 14-15 dan Asy-Syams: 9)

2. Al-Muflihuun: (QS. Al-Baqarah: 1-5, Ali ‘Imraan: 104, Al-A’raaf: 8, 157, At-Taubah: 88, Al-Mukminuun: 102, An-Nuur: 51, Ar-ruum: 38, Luqmaan: 1-5, Al-Mujaadalah: 22, Al-Hasyr: 9 dan At-Taghaabun: 16)

3. Al-Muflihiin: (QS. Al-Qashash: 67)

4. Tuflihuun: (QS. Al-Baqarah: 189, Ali ‘Imraan: 130, 200, Al-Maa’idah: 35, 90, 100, Al- A’raaf: 69, Al-Anfaal: 45, Al-Hajj: 77, An-Nuur: 31 dan Al-Jum’ah: 10)

5. Al-Faa’izuun: (QS. At-Taubah: 20, Al-Mukminuun: 111, An-Nuur: 52 dan Al-Hasyr: 20)

6. Faqod Faaz: (QS. Ali ‘Imraan: 185 dan Al-Ahzaab: 70-71)

7. Fawzan: (QS. Al-Fath: 4-5)

8. Al-Fauz: (QS. An-Nisaa’: 13, Al-Maa’idah: 119, Al-An’aam: 16, At-Taubah: 73, 89, 100, 111, Yuunus: 64, Ash-Shaaffaat: 60, Ghoofir: 9, Ad-Dukhaan: 57, Al-Jaatsiah: 30, Al-Hadiid: 12, Ash-Shaff: 12, At-Taghaabun: 9 dan Al-Buruuj: 11)

Semua ayat tersebut berbicara tentang kesuksesan dan orang-orang sukses yang kalau kita simpulkan bahwasanya orang sukses adalah orang yang mengikuti aturan-aturan Allah Ta’ala, ta’at kepada Allah dan RasulNya, tidak durhaka, banyak berbuat kebaikan dan manfaat untuk diri sendiri, keluarga dan orang lain, beriman dan beramal saleh, meninggal dunia HUSNUL KHATIMAH, selamat dari adzab kubur dan adzab neraka…MENDAPAT RIDHA ALLAH…MASUK SURGA…MEMANDANG WAJAH ALLAH YANG MAHA MULIA…

Selamat dan Sukses Bi Idznillah, Dengan Izin ALLAH…

Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Rasulullah, keluarga dan sahabatnya yang setia sampai hari kiamat dan segala puji hanya bagi Allah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s