Pengobatan Dukun (Berkedok Ustadz) H. Haryono Adalah Palsu dan Syirik


 

H. Haryono

Ustadz H. Haryono yang terkenal dengan pengobatan transver penyakit ke hewan ini sesungguhnya adalah dukun/paranormal sejati. Pengobatannyapun sangat menyimpang dari akidah islam yaitu banyak mengandung kesyirikan dan kebid’ahan walaupun Dukun H. Haryono ini sering mengadakan dzikir massal itu cuma sekedar kedok saja. Pengobatannyapun luar biasa mahal, setiap kali datang minimal harus keluar uang Rp.6.000.000,00 alasan mereka untuk membeli kambing khusus dan khataman khusus. pasien diharuskan lebih dari 3 kali datang, maka bayangkan berapa uang yang harus dikeluarkan pasiennya. Dukun Hayono juga sesungguhnya banyak menipu. Pada pembahasan kali ini kami akan membahas tuntas kesesatan dan penipuan Dukun berkedok Ustadz H. Haryono ini.

Ustadz HM Haryono Diduga Nilep Duit Hadi Prajogo

Ustadz Haryono yang terkenal dengan pengobatan lewat Dzikir ini diduga nilep duit Hadi Prajogo. Hadi P yang pernah dibuatkan KTP dengan alamat rumah kediaman Ustadz Haryono di jalan Berlian Bekasi. Menurut Hadi, berawal dari iming-iming di beri keuntungan yang menggiurkan, duit 1,290 Milyar hingga kini tak kembali.

Berikut ini kisah Hadi Prajogo pada Suara Publik Group, Ustad Haryono meminjam saya uang sebesar 1,290 Milyar untuk modal catering di Mekah. Saya akan diberi keuntungan sebesar 460 juta dalam 29 bulan. Seharusnya per tanggal 26 Desember 2009 Ustadz itu membayar saya 1750.000.000. Namun hingga kini saya tidak menerima uang tersebut, ungkap Hadi P.

Masih Hadi Prajogo, memang saya pernah menyuruh ponakan saya untuk menagih, tapi hingga kini saya tetap tidak terima apa apa. Menurut rumor yang saya dengar ponakan saya dan Ustadz haryono kong kalikong. Sertifikat yang dijadikan jaminan utang oleh ponakan saya dijaminkan ke Bank. Lalu ponakan saya diberi uang 1,1 milyar, namun uang itu tidak diserahkan ke saya, papar pria yang masih bujang ini.

Mendengar kisah pilu seorang Hadi Prajogo, wartawan Suara Publik group melacak kebenaran cerita itu. Namun sayang saat di kediaman Ustadz Haryono, kami berlima dengan wartawan local Bekasi tidak ditemui. Padahal oleh rekan-rekan Pers sudah di sms bila perlu klarifikasi terkait dugaan menipu Hadi Prajogo.

Saat para wartawan ngotot untuk ditemui walau 5 menit, tiba-tiba seorang pria dengan rambut cepak dan berkaos Polisi hendak menutup pagar. Sebelumnya 2 motor Patwal Kepolisian mengawal sang Ustad bak seorang Menteri. Bahkan setelah pengawalan itu, bukannya kembali ke pos untuk bertugas. Tapi malah terkesan menjaga sang Ustadz dari kerubutan wartawan. Sungguh pemandangan yang aneh, aparat Kepolisian itu digaji dari uang rakyat malah bekerja ganda di seoarang Ustadz yang diduga menipu ini.

Melihat keganjilan itu, kami berlima segera mencari tahu pada para tetangga Ustadz Haryono ini. Menurut kabar di kota bekasi dimana rumah Haryono berada, pengobatan itu sungguh meragukan. Karena kambing itu tidak pernah di sembelih atau di kubur karena mati kena penyakit. Namun kambing itu dijual lagi pada pasien berikutnya, namun penipuan ini tidak pernah di sikapi oleh Kepolisian. Akhirnya kami pun menemukan kandang yang dijadikan menyimpan kambing itu.

Setelah mendengar dari warga Bekasi, kami pun mencoba mencari tahu di dunia maya alias website. Lalu kami temukan nada sumbang terkait pengobatan yang dilakukan oleh Ustad Haryono. Berikut ini tulisan yang kami peroleh dari 2 website:

  1. http://forum.detik.com/showthread.php?t=73046
  2. http://metafisis.wordpress.com/2010/06/07/kesesatan-dan-penipuan-transfer-penyakit-ke-hewan/

Pengobatan HM Haryono, Didemo di Padang

Pengobatan alternatif dimpimpin Ustadz HM Haryono asal Pasuruan diprotes umat Islam Sumbar. Dianggap sebagai kebohongan dan penipuan.

Hidayatullah.com–Pengobatan alternatif melalui zikir yang dicanangkan Ustadz HM Haryono di Hotel Bumiminang Padang, sejak dua hari lalu diprotes sejumlah anggota Forum Umat Islam (Formis) Sumbar sebagai kebohongan dan penipuan kepada masyarakat.

“Masyarakat jangan dibodoh-bodohi, pulang dari berobat habis uang Rp 6 juta lebih, pengobatan dalam Islam itu ada, tidak seperti ini,” tegas perwakilan Formis, Hafis di Hotel tersebut, Selasa.

Perwakilan Formis lainnya, Buya Amri Mansyur menegaskan, tidak ada zikir yang namanya alternatif sesuai keputusan MUI Sumbar pada tanggal 21 hingga 23 November di Lubuk Sikaping.

“Keputusan itu jelas, tidak ada zikir alternatif dalam Islam, yang ada rukiyah,” tegasnya dan menambahkan, menurutnya pihak hotel pun tidak setuju diadakan kegiatan tersebut.

Setelah mereka berorasi, kegiatan zikir ketiga kalinya diadakan di Padang itu pun bubar.

Sementara itu, melalui humas Ustadz Haryono, Edi,  mengatakan bahwa orasi yang dilakukan MUI tersebut  hal yang biasa. Sebab setiap orang memiliki pandangan yang berbeda tentang pengobatan. Permasalahan ini dapat diselesaikan melalui dialog antara Ustadz Haryono dengan MUI. [dn/ PE/www.hidayatullah.com]

Kesesatan dan Penipuan Transfer Penyakit Ke Hewan

Kita melihat fenomena adanya seorang kyai bernama Ustadz Haryono atau juga para paranormal diberbagai majalah perdukunan (misteri, posmo) mengiklankan dirinya dapat mengobati berbagai macam penyakit dengan mentranfer penyakit tersebut ke hewan, Apakah ini syar’i dalam kacamata Islam dan Apakah memindahkan penyakit ke hewan benar-benar nyata atau sekedar penipuan / mari kita kritisi bersama.

Fenomena masyarakat ramai-ramai mengecam pengobatan alternatif dengan cara memindahkan penyakit ke binatang kambing terus berlanjut. Aksi ini didukung pernyataan sejumlah tokoh agama dan masyarakat yang mempersoalkan keabsahan pengobatan nyeleneh ini. Sebelumnya, di media massa online (internet) kalangan agamis ramai mengecam pengobatan ini, bahkan menyebut sebagai kegiatan haram.

Salah seorang dai muda asal Kendal, Zulfikar Al Fayeth (23), mengatakan, bahwa penyembuhan penyakit dengan cara mentransfer ke hewan hukumnya bisa diharamkan. Pernyataan haram itu, menurut alumni Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo Jatim ini, bahwa seseorang yang mengaku ahli mengobati dengan cara memindah penyakit dari diri orang ke binatang itu suatu kebohongan belaka.

“Dari ajaran Islam saya yakin itu tidak ada dalilnya. Ajarannya pun suatu hal yang tidak mungkin. Karena apa, hewan yang kabarnya dibuang ke kambing itu sangat-sangat tahayul. Hewan itu sama-sama ciptaan Allah. Terus kalau ada orang sakit lalu penyakitnya dipindah ke kambing, dan kambingnya dibunuh itu kan sama-sama berbuat dosa. Lha dosa inilah yang patut diharamkan. Haram perbuatannya,” ujar pemilik salah satu showroom mebel terbesar di Jl Soekarno–Hatta Kota Kendal, kepada koran ini, kemarin.

Dikatakan Zulfikar, selama ia belajar hukum Islam di Pondok Modern yang cukup terkenal tersebut, ajaran penyembuhan dengan cara transfer penyakit ke hewan tidak pernah ada. Apalagi dalil-dalilnya. Ia menduga, jika ada orang yang mengaku kyai dan ahli mengobati dengan cara seperti itu adalah ilmu yang patut dicurigai.

“Sakit itu ujian. Nah, bagaimana kita cara menghadapi ujian. Berdoa dan tawakal terus berusaha untuk mencari pengobatan yang tidak merugikan sama-sama mahkluk Allah. Kalau kita yakin mau berdoa, dengan iklas Allah akan memberikan petunjuk seseorang yang sakit sembuh dari penyakitnya,” ujar Zulfikar.

Tidak ada ajaran cara penyembuhan tersebut juga diakui oleh ulama kondang asal Kaliwungu Kendal Dimyati Rois alias Mbah Dim. Ketika ditemui Koran ini di kediamannya, ia mengaku tidak tahu kalau ada ajaran semacam itu. “Karena tidak tahu saya tidak berkomentar dulu saja,” ujarnya singkat, kemarin. (jec)

Disinyalir Rawan Penipuan dan Syirik

Pengobatan alternatif dengan cara memindahkan penyakit ke binatang kambing belakangan oleh sebagian kalangan ramai dipersoalkan keabsahannya. Sejumlah data yang dikumpulkan dari media massa online (internet), paling banyak mengecam pengobatan nyeleneh ini adalah kalangan agamis yang berpegang teguh pada ajaran Islam. Bahkan, pengobatan tak lazim ini dinyatakan haram karena tidak bisa dibenarkan dan hanya menyakiti binatang.

Pernyataan tersebut diperkuat tidak adanya ayat dan hadits yang mengajarkan pengobatan dengan cara memindahkan penyakit ke binatang. Paling dikhawatirkan kalangan ini, adalah cara penyembuhan ini melibatkan ilmu sihir, bahkan sumber dikumpulkan menyebutkan, jika dalam praktiknya ada yang menggunakan serum yang disuntikkan kedalam tubuh kambing agar jerohan kambing yang masih hidup itu lebam kebiru-biruan dan hancur.

Alih-alihnya, keadaan jerohan kambing yang sudah tidak sehat itu diklaim bahwa penyakit si pasien telah dipindah kedalam kambing tersebut. “Duh, kasihan kan kambingnya. Saya sangat prihatin jika pengobatan seperti ini diterapkan. Saya tidak menampik jika pengobatan semacam ini rawan sekali penipuan,” ujar Riadi warga Banyumanik kepada wartawan, kemarin.

Penipuan yang dimaksud Riadi, diantaranya, dikhawatirkan ada yang dengan modus pasien diminta membayar mahar sebesar harga kambing dan keperluan ritual lainnya yang amat tinggi, namun sejatinya kambing yang katanya untuk memindah penyakit itu oleh pelaku pengobatan hanya disewa dari pemilik kambing.

Penyembuhan penyakit ke binatang belakangan menjadi sorotan, menyusul hasil Sidang Dewan Hisbah di Pesantren Persis Lembang, Jawa Barat, belum lama ini, yang peserta memperoleh pengarahan dari Ketua Dewan Hisbah, K.H. Akhyar Syuhada dan sejumlah pakar yang membahas persoalan tersebut yakni Dr. H.M. Abdurrahman, M.A (Sekretaris Dewan Hisbah), Drs. K.H. Shiddiq Amien, M.B.A., Drs. K.H. Uus M. Ruhiat, K.H. Usman Shalehuddin, dll.

Sidang Dewan Hisbah VII Persis mengeluarkan fatwa yang diantaranya, menyatakan cara penyembuhan dengan memindahkan penyakit kepada binatang atau makhluk lain adalah mustahil dan yang mempercayainya adalah syirik.

Larangan tersebut juga berdasarkan hadits-hadits Nabi. Salah satunya, menyebutkan, “Janganlah kalian menjadikan makhluk yang bernyawa sebagai sasaran.” (HR Muslim no 1957). Imam Nawawi menegaskan, “Larangan dalam hadits ini sampai tingkatan haram. Untuk itulah Nabi SAW dalam riwayat Ibnu Umar bersabda, “Allah melaknat orang yang melakukan ini, karena ini adalah penyiksaan terhadap binatang.” (Syarh Nawawi ‘ala Shahih Muslim 13/108). (jek) sumber:meteor

Konsultasi hukum memindahkan penyakit ke hewan

Tanya:

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Saya seorang muslimah yang menderita suatu penyakit yang ± 4 tahun saya rasakan dan belum kunjung sembuh. Saya sudah berobat ke dokter, tapi belum terlihat hasilnya, pernah juga berobat ke pengobatan lain dengan cara yang tidak syar’i, dengan menggunakan keris dan sebagainya, karena kasihan dengan orang tua. Yang terakhir kalinya orang tua mengajak berobat ke pengobatan dengan bantuan dzikir dan diberikan sebotol air putih yang di dalamnya ada selembar kain putih bertuliskan ayat al-Qur’an untuk diminum dan minyak yang berisi sama dengan di air, untuk dioleskan ke yang sakit. Jika penyakitnya berat bisa di pindahkan ke kambing sedang biaya untuk beli kambing sebesar 6 jutaan.

Pengobatan ini tidak dihijab/dipisah antara laki-laki dengan perempuan, jadi campur, bahkan berdesak-desakan.

Pertanyaan saya adalah :

  1. Apakah pengobatan alternatif pertama termasuk pengobatan yang menyebabkan saya syirik?
  2. Apakah pengobatan alternatif kedua yang telah saya uraikan ada atau dibenarkan secara syar’i? Bagaimana dengan media kambing itu?
  3. Lalu efek bagi diri saya setelah menjalani kedua pengobatan alternatif itu bagaimana? Apakah ada jin yang masuk pada tubuh saya?

Mohon jawaban ustadz karena saya sangat bimbang, mohon do’a dan penjelasannya serta solusi dari ustadz.

Anik, Lampung

Jawab :

Wa’alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh

Saudari Anik dan seluruh pembaca Majalah Ghoib yang setia, marilah kita saling mendoakan di antara kita semua, yang pasti setiap kita memiliki problem yang berbeda-beda. Ada yang diuji dengan sakit, kemiskinan, usaha gagal, belum punya anak, belum punya pasangan hidup, pengangguran dan sebagainya. Kami dari kantor redaksi turut mendoakan untuk semua pembaca yang setia, semoga Allah segera mengangkat semua problem yang kita hadapi, amien.

Sebelum menjawab pertanyaan, kiranya saudari Anik sudi memaafkan karena tidak semua isi suratnya dicantumkan di sini karena terlalu panjang. Tetapi, walaupun diringkas saya kira tidak mengganggu maksud yang telah disampaikan. Mengenai pertanyaan pertama, tidak diragukan lagi bahwa pengobatan dengan menggunakan keris/jimat adalah bertentangan dengan aqidah Islam yang benar dan itu termasuk pebuatan syirik karena jelas-jelas meminta bantuan kepada selain Allah. Sedang bagi yang mendatanginya memiliki tingkatan hukum berbeda:

Pertama: Apabila ia datang ke dukun kemudian bertanya atau meminta bantuannya maka termasuk dosa besar karena tidak diterima sholatnya selama 40 malam. Sebagaimana terdapat dalam hadits Rasulullah yang artinya, “Barang siapa mendatangi dukun/peramal (dan yang sejenisnya) dan menanyakan kepadanya tentang sesuatu maka tidak diterima sholatnya selama empat puluh malam.” (HR. Muslim).

Kedua: Jika ia mendatangi dukun lalu bertanya atau meminta bantuannya dan membenarkannya maka sangsinya lebih berat lagi, hukumnya sama dengan hukum orang yang mengingkari al-Qur’an. Rasulullah bersabda, “Barang siapa mendatangi dukun/peramal (dan yang sejenisnya) dan membenarkan apa yang ia katakan maka dia telah kufur (ingkar) kepada apa yang diturunkan kepada Muhammad.” (HR. Ahmad dan Hakim)

Alhamdulillah saudari telah menyadari dan bertaubat. Ketahuilah bahwa Allah Maha Pengampun dan Penerima taubat. Sebesar apapun dosa manusia bila sebelum meninggalnya telah bertaubat dengan benar insya Allah telah bersih dari dosa-dosanya itu.

Mengenai pengalihan penyakit ke hewan seperti kambing atau yang lainnya, tentu hal ini sangatlah aneh karena dalam kedokteran modern belum kita dengar istilah memindahkan penyakit ke hewan atau ke benda lainnya. Yang kita dengar dalam kedokteran modern adalah pencangkokan organ tubuh. Selanjutnya bahwa jika benar penyakit itu dipindah ke kambing berarti telah melakukan kezholiman terhadap hewan, apa dosanya kambing? Rosulullah telah melarang kita menyiksa binatang atau menjadikannya sebagai sasaran lomba panahan. Diriwayatkan dari Ibnu Umar ia berkata, “Bahwasanya ia melewati beberapa pemuda Quraisy yang mengikat burung hidup-hidup kemudian mereka memanahinya dengan anak panah, mereka memberikan anak panah yang tidak kena burung ke pemilik burung. Ketika mereka melihat Ibnu Umar mereka berhamburan, maka Ibnu Umar berkata: Siapa yang berbuat ini? Allah melaknat orang yang melakukan ini, sesungguhnya Rasulullah melaknat siapa saja yang menjadikan sesuatu yang ada ruhnya menjadi sasaran.” (Muttafaqun `alaihi).

Dari hadits tersebut, bisa disimpulkan bahwa menjadikan kambing sebagai sasaran penyakit jelas dilarang bahkan dilaknat, Na’udzubillah.

Pengalaman kami ketika meruqyah, pernah mendapatkan pasien seorang mahasiswa yang terkena gangguan sehingga ia banyak bengong dan aneh, lalu dibawalah ia oleh bapaknya ketempat yang sama seperti yang saudari ceritakan. Ketika pulang ia melakukan pesannya yaitu meminum airnya dan mengoleskan minyaknya ke dahinya. Yang terjadi adalah semakin menjadi-jadi sakitnya sampai-sampai ia buka baju dan celananya sambil berlarian keluar rumah. Ketika diruqyah, terbukti kerasukan bahkan yang mengherankan malah ketambahan dari tempat ia berobat, ini menurut pengakuan jin-jin yang berhasil diajak dialog melalui pasien. Alhamdulillah setelah jinnya keluar semua, ia kembali normal.

Keberhasilan pengobatan dengan cara-cara supranatural janganlah menjadikan kita terkecoh. Jangan juga terkecoh oleh penampilan luar sang ‘ustadz’. Karena sebenarnya disamping ada yang berhasil, banyak sekali yang gagal. Tetapi yang gagal tidak pernah dipublikasikan. Dalam hal ini pernah ada pasien rumah sakit yang terkena kanker di lidahnya dan penyakitnya benar-benar medis kemudian mengikuti pengobatan pengalihan seperti diatas sampai habis belasan juta. Tetapi tetap saja harus dioperasi oleh dokter.

Dari beberapa peristiwa dan pengalaman lapangan ketika meruqyah ada pengakuan dari jin tentang pengalihan penyakit tersebut. Yakni ada dua kelompok jin yang berbagi tugas, satu kelompok masuk ke tubuh binatang yang bertugas menyakiti organ tubuh binatang itu sesuai organ yang diduga sakit pada pasien sehingga ketika disembelih akan ada tanda-tanda penyakitnya. Lalu satu kelompok yang lain masuk ke tubuh pasien yang bertugas untuk menahan syaraf-syaraf rasa sakit yang ada di organ yang sakit sehingga si pasien merasa sakitnya telah sembuh.

Jadi, pengobatan dengan pengalihan ke binatang bukan saja menyakiti binatang tetapi juga menyesatkan. Semoga kita selalu dalam penjagaan Allah. Wallahu A’lam.

OPERASI JANTUNG KORONER ( BY PASS )

Keluhan yang saya rasakan sebelum operasi adalah rasa sesak didada. Bukan sesak nafas,tetapi cenderung sakit.Dada rasa berat sampai keleher dan lengan bagian atas.Terkadang leher rasa dicekik. Keluhan ini terasa ketika melakukan gerakan fisik agak berat. Berjalan agak jauh terlebih kalau lari atau menanjak. Saat mengemudi kadang-kadang juga terjadi keluhan. Ketika tergesa-gesa,atau panik,gejala ini timbul. Kalau terjadi demikian tindakan saya adalah menghentikan aktivitas dan menarik nafas berulang-ulang. Lalu reda. Ternyata itulah yang dinamakan serangan jantung.

Di Jakarta saya memeriksakan diri ke seorang dokter ahli penyakit jantung di Rumah Sakit Mitra Keluarga,  di Kelapa Gading. Dokter Sari S Mumpuni yang memeriksa saya.Pemeriksaan dengan EKG hasilnya kurang bisa meyakinkan. Saya ditawari untuk dikateter.Suatu alat yang dimasukkan melalui pembuluh darah yang mencapai nadi koroner,sehingga dapat mengetahui pembuluh yang tersumbat,yang bisa dimonitor dilayar monitor. Pasien dibius local. Dari pemeriksaan kateter ini diketahui bahwa pembuluh koroner saya ketiga-tiganya  mengalami penyumbatan,walaupun tidak 100%. Beaya keteter ini termasuk opname satu malam sebesar Rp. 4.000.000. Anjuran dokter saya disuruh operasi by pass.  Kalau tidak, alternatip lainnya adalah di tiup lalu dipasang ring pada bagian yang tersumbat. Tetapi risikonya, bisa timbul penymbatan dibagian lain. Alternatip ketiga adalah  cukup minum obat  saja terus menerus termasuk meletakkan pil khusus di bawah lidah ketika terjadi serangan jantung. Dengan memakai obat ini serangan mereda.

Setelah itu saya berkonsultasi dengan teman, Brigjen TNI Purnawirawan Zulkarnaen, yang pernah dioperasi jantung juga. Beliau menganjurkan berobat ke pengobatan alternatip, Bu Atun di Pemalang Jateng. Itu langganan  beliau. Katanya cocok.  Banyak orang disembuhkannya.  Bahkan tidak kurang dari Pak Murdiono, Wapres Hamzah Has,  para selebritis dan para pejabat lainnya pernah disembuhkannya.

Dia sendiri merasa menyesal dioperasi jantung. Kalau sebelumnya tahu bahwa ada pengobatan bu Atun  dia ndak mau operasi. Sayapun tertarik. Ternyata bagi saya tidak cocok.  Saya sempat dua kali ke bu Atun. Cara pengobatannya tidak masuk akal, akhirnya saya tidak kembali lagi.

Ada pula yang menawari ke suatu klinik di Cempaka putih, yang melakukan pengobatan dengan lesitin ,suatu cairan yang dimasukkan kedarah melalui suntikan. Katanya ini bisa melunturkan plak yang menyumbat pembuluh darah koroner. Saya pernah konsultasi ke klinik ini yang dipimpin oleh seorang dokter wanita yang pernah menuliskan pengalamannya mengobati ayahnya sendiri di salah satu majalah kesehatan. Namun setelah saya tanyakan ke dokter Sari di RS Mitra keluarga,dia katakana cara pengobatan itu belum diakui. Dari tayangan diTV.Anteve.saya tertarik dengan pengobatan alternative yang dilakukan Ustad Haryono dengan istilah `Sehat dengan do’a. Saya mencobanya. Sesampai di rumah H.Haryono,saya lihat pasiennya banyak sekal; Parkir susah saking banyaknya mobil dalam lokasi yang sempit. Oleh salah seorang asisten H.Haryono saya ditanya soal sakit saya .Setelah saya jelaskan lalu katanya dilaporkan ke Ustad Hayono. Setelah ia kembali ia mengatakan bahwa saya harus diobati dengan cara pengalihan. Artinya penyakit saya dialihkan ke kambing. Karena penyakit saya diangap telah parah maka,kepada saya ditawarkan paket pengobatan,.sampai tujuh belas paket,artinya saya nanti setelah dialihkan penyakit saya ke kambing,lalu diikuti dengan do’a yang dilakukan oleh sejumlah santri,dengan mengkhatamkan Al Qur’an 17 kali. Beayanya  per paket Rp.600.000,- Karena ingin sembuh dan menghindari operasi yang biayanya lebih mahal, saya menyanggupi tawaran ini. Besuknya saya disuruh kemali lagi. Hari itu orang yang akan menjalani terapi pengalihan ini ada kurang lebih 15 orang. Kami disuruh masuk ke suatu ruangan. Di ruangan ini kami bersama dengan sejumlah santri tadi membaca do’a yang dipimpin oleh ustad Haryono sendiri. Mengawali do’a ini ustad Haryono menyebut semua yang menjalani terapi pengalihan,tentu termasuk nama saya. Saya senang mendengar nama saya sudah disebut,untuk dido’akan.

Dalam pembacaan do’a itu ustad Hayono membawakannya sedemikian syahdu dan mengharukan.Sampai-sampai para pasien banyak yang meneteskan air mata karena mengahayati benar do’a yang lagi dipanjatkan,terutama untuk kita sendiri. Saya juga sangat terharu dan mengeluarkan air mata. Do’a ini berlangsung selama 20 menit. Saya merasa lega dan penuh harap semoga sembuh.

Setelah do’a selesai dilanjutkan dengan prosesi pengalihan. Seekor kambing  telah siap diruangan. Saya disuruh berdiri membelakangi ustad,dan disuruh konsentrasi dengan arahan bila nanti terasa badan tertarik kebelakang jangan ditahan.Ustad menarik tubuh saya kebelakang dengan tangannya seolah-olah tangannya menarik dengan kekuatan. Pertama  kali saya tidak merasa tertarik. Lalu saya disuruh lebih berkonsentrasi lagi. Entah karena sugesti atau apa,saya merasa tertarik kebelakang.Saya biarkan saya roboh,lalu dibelakang sudah ada petugas yang menahan.Bersamaan dengan itu ustad dan para santri yang disitu mengucap “Allahu akbar”.Katanya penyakit jantung  saya sudah dialihkan ke kambing. Alhamdulliah.

Ustad memberikan air dan minyak yang telah dibungkus platik bening,masing-masing minak untuk digosokkan dibagian yang sakit,sedangkan air untuk diminum..Petunjuk itu saya laksanakan,sambil setiap pagi saya berjalan kaki selama setengah jam mengelilingi blok perumahan dilingkungan rumah saya,untuk mengetahui perkembangan kesembuhan penyakit saya.Ternyata tidak ada kemajuan. Namun demikian seminggu kemudian saya datang lagi ke ustad Haryono,untuk control. Saat itu saya merasa kecewa,karena kedatangan saya yang ketiga ini,sama saja dengan pasien-pasien lain yang baru.Asisten yang melayani saya saat datang pertama disini sudah tidak acuh lagi dengan saya. Bila saya tanya,kapan kesempatan bagi yang akan control jawabannya nanti setelah selesai melayani terapi pengalihan. Ternyata semua psien yang baru maupun yang control berebut masuk keruangan ustad dengan susah payah. Setelah berhadapan dengan austad langsung diberi minyak dan air,lalu keluar. Tidak ditanya lagi oleh ustad,soal  hasil pengobatan sebelumnya. Saya juga ngomong sama  ustad bahwa saya pasien control.Tetapi kelihatannya ustad sudah tidak ingat lagi siapa saya.

Dari proses pengobatan seperti itu saya sudah kehilangan kepercayaan terhadap sistim pengobatan ini.

Alasan saya adalah :

Pertama: Pembayaran beaya berobat tidak pakai kwitansi.

Kedua, Ketertiban administrasi tidak ada. Tidak ada kartu berobat, tidak ada catatan apa-apa tentang pasien.

Jadi pasien yang sembuh dan yang gagal tidak bisa diketahui. Pasien yang baru maupun yang lanjutan juga tidak tahu.

Ketiga, Pelaksanaan paket terapi, tidak jelas,tidak transparan. Coba bayangkan setiap hari ada sekitar 15 sampai 20 orang yang diterapi pengalihan.Setiap orang paketnya tidak sama.Pasien ini semua harus dibacakan Al Qur;an sampai katam sekian kali sesuai dengan jumlah paketnya. Besuk mungkin melayani lagi sekitar 20 orang lagi yang harus dibacakan katam Qur’an . Lalu tanda tanya saya,kapan pembacaan Qur’an sampai katam 17 kali  untuk saya?

Masih banyak lagi kesemrawutan yang lain.

Kesimpulan saya, pengobatan H.Haryono adalah pengobatan dengan mensugesti orang.Kalau do’anya saya salut. Tetapi saya mengaggap ini adalah penipuan. Tidak bisa dipertanggung jawabkan.

Sejak 30 September 2003 berobat alternatif ke bu Atun di Pemalang,sampai 6 November 2003,waktu habis saya gunakan untuk berobat alternative termasuk ke Ustad H.Haryono.

 

2 responses »

  1. Ghalih Aremania Stya mengatakan:

    Anda tahu dari mana kalau itu syirik, apa dasarnya kok anda bisa bilang syirik., Bukannya syirik ada di dalam hati dan hanya tuhan yang tahu, kok anda bisa mengetahui berdasarkan yang anda lihat, memangnya anda tuhan..? coba lihat diri anda sendiri apakah sudah baik..?

Berikan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s