Perikietiew VS Peribahasa

Peribahasa bukan sejenis peri yang menakutkan. Peribahasa adalah sesuatu yang berkembang dan berbiak sesuai kebutuhan, mengikuti jaman. Peribahasa bisa didapat dari sekolah.

Perikietiew lain lagi. Perikietiew adalah peribahasa yang bermetamorfosa di metamarsphose. Perikietiew hanya ada di sini, di blog ini. Bukan merusak peribahasa yang sudah ada, tidak pula dimaksudkan sebagai pesaing peribahasa yang sudah baku, apalagi mengkriminalisasikan peribahasa yang sudah mapan. Bukan itu. Ini Peribahasa Metalogika alias Perikietiew.

Dan inilah beberapa Perikietiew yang khusus saya tulis buat sahabat. Bagi yang suka silakan dilanjut, bagi yang tak suka silakan diteruskan.

Ringan Sama Dijinjing, Berat Ya Dilepas Saja…

Yang namanya berat, meski dipikul juga tetep berat. Jangan memaksakan diri

Guru Kencing Berdiri, Murid Kencing Berlari

Pertanda bahwa guru masih lebih waras ketimbang muridnya

Air Beriak Tanda Ada Orang Sakit TBC Barusan Meludah

Ya iyalah. Kalau ada orang terluka, airnya pasti berdarah-darah

Maling Teriak Maling

Ada maling mencuri di rumah maling lainnya

Habis Gelap Sepah Dibuang

Makan tebu tengah malam

Seperti Air Dalam Tempurung

Gambaran manusia purba, kalau mau minum gelasnya tempurung.

Harimau Mati Meninggalkan Belang, Gajah Mati Meninggalkan Harimau

Menunjukkan bahwa harimau dan gajah punya prinsip yang berbeda

Gara2 Nila Setitik, Rusak Susu Sebelanga

Bingung aja, susu siapa sich yang sebelanga. Gede amat…

Berdiri Sama Tinggi, Duduk Sama Teman2

Cermin kerukunan dan kebersamaan.

Nasi Sudah Jadi Muntahan

Sudah sangat terlambat. Kalau jadi bubur sich masih lumayan enak.

* Tak ada gading yang tak klethak >> jan ora tedhas blas
* Sambil menyelam buang air >> hihi…kebiasaan.
* Berdiri sama rendah duduk sama saja >> kerumunan orang pendek
* Gara2 Nila Setitik, Rusak Susu Sebelahnya..
* Ringan Sama Dijinjing, Berat Bawa Sendiri Ya..
* Adik Bertiertiak Tanda Tak Balang….
* Hidup segan.. mati geleng-geleng…. Hahaha
* Mati satu tumbuh kijing pak. Nek iki perihaha tenan.
* tong kosong nggak ada bunyinya, lha iya..wong nggak ada yg mukul je
* Ibarat peribahasa Cicak tidak mungkin menjadi Buaya
*
* Berat sama dijinjing, ringan pikulen dw
* Becik ketitik, ala sing maca
* Gajah dipelupuk mata tak kelihatan.. semut di seberang pulau melambai-lambai…

About these ads

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s